Think Before…

Think before you talk. Think twice before making any decision. and Think more about future. Make our life full with ‘think’ before you recognize ‘regret’ meaning.

Advertisements

Alat Uji Larutan Elektrolit dan Nonelektrolit

Pada kelas X semester II dapat dijumpai materi tentang Larutan; yang membahas tentang Larutan Elektrolit dan Larutan Nonelektrolit. Salah satu cara untuk membedakan larutan elektrolit dan nonelektrolit adalah dengan membuat alat uji larutan elektrolit dan nonelektrolit. Berikut ini adalah tata cara pembuatan alat uji tersebut.

  • Alat dan Bahan
  1. 4 buah baterai. Untuk nyala lampu maksimal gunakan baterai baru.
  2. Kabel dengan panjang ± 1 meter. Potong dengan panjang 15 cm, 30 cm dan 15 cm.
  3. Lampu led 5 Volt
  4. Elektroda berupa 2 buah karbon dari baterai bekas
  5. Selotip
  • Cara Pembuatan Alat
  1. Susun 4 buah baterai dengan posisi horizontal dengan ketentuan (+) berada di sebelah kanan dan (-) berada di sebelah kiri, pastikan setiap kutubnya saling bersentuhan seperti pada gambar dibawah ini. Bisa juga diberi tempat khusus agar baterai tersebut tetap pada posisinya dan tidak bergeser.Langkah 1
  2. Pasang kabel 15cm pada ujung baterai yang berkutub (+) menggunakan selotip.Langkah 2
  3. Pada ujung kabel yang lain, pasang lampu led pada kutub (+) lampu.Langkah 3
  4. Ambil kabel kedua yang panjangnya 15 cm dan pasangkan pada kutub (-) lampu.Langkah 4
  5. Pada ujung kabel kedua, hubungkan elektroda karbon dengan menggunakan selotip.Langkah 5
  6. Ambil kabel ketiga yang panjangnya 30 cm dan pasangkan pada kutub (-) baterai.Langkah 6
  7. Pada ujung kabel ketiga, hubungkan elektroda karbon satunya dengan menggunakan selotip.Langkah 7

Alat uji larutan elektrolit selesai, selanjutnya tes aliran listrik dalam rangkaian alat tersebut dengan cara menghubungkan kedua buah karbon. Apabila lampu menyala, berarti aliran listrik dalam rangkaian alat tersebut lancar. Tetapi apabila lampu tidak menyala, itu berarti tidak ada aliran listrik dalam rangkaian tersebut. Cek kembali apakah kabel sudah terhubung ke semua perangkat dengan benar.Rangkaian Alat

  • Cara Kerja Alat

Untuk menentukan jenis larutan apakah larutan tersebut termasuk larutan elektrolit maupun nonelektolit dapat dilakukan dengan cara berikut:

  1. Siapkan beberapa jenis larutan, contohnya larutan garam, asam, basa maupun air.
  2. Selanjutnya, tempatkan larutan tersebut pada gelas/wadah yang dapat dijangkau oleh elektroda karbon.
  3. Beri label pada setiap larutan yang akan diuji.
  4. Celupkan kedua elektroda karbon pada larutan tersebut, pastikan bahwa kedua elekroda karbon tidak saling bersentuhan.Langkah 9

Reaksi dapat berupa nyala lampu dan timbulnya gelembung. Berikut ini informasi akan timbulnya nyala lampu dan gelembung pada hasil percobaan.

  1. Apabila nyala lampu terang dan gelembung yang dihasilkan banyak, berarti larutan tersebut termasuk Larutan Elektrolit Kuat.
  2. Apabila nyala lampu redup/tidak menyala dan gelembung yang dihasilkan sedikit, berarti larutan tersebut termasuk Larutan Elektrolit Lemah.
  3. Apabila lampu tidak menyala dan tidak ada gelembung, berarti larutan tersebut termasuk Larutan Nonelektolit.

Berikut ini adalah data pengamatan kami dalam percobaan Alat Uji Larutan Elektrolit

No

Nama Bahan

Data Pengamatan

Foto

Nyala Lampu

Gelembung

 1. Gula

Tidak Menyala

Tidak Ada

 DSC00017 DSC00016
 2. Garam

Tidak Menyala

Tidak Ada

 DSC00021 DSC00020
 3. Larutan Gula

Tidak Menyala

Sedikit

 DSC00019 DSC00018
 4. Larutan Garam

Terang

Banyak

 DSC00025 DSC00022
 5. Air Kran

Tidak Menyala

Sedikit

 DSC00028 DSC00027
 6. Air Mineral

Tidak Menyala

Sedikit

 DSC00034 DSC00033
 7. Cuka

Tidak Menyala

Sedikit

 DSC00032 DSC00031
 8. Air Sabun

Terang

Banyak

 DSC00038 DSC00035
 9. Susu Cokelat

Tidak Menyala

Tidak Ada

 DSC00041 DSC00040
 10. Air Jeruk

Tidak Menyala

Sedikit

 DSC00042
 11. Air Deterjen

Tidak Menyala

Sedikit

 DSC00045 DSC00043
 12. Air Kaldu

Tidak Menyala

Sedikit

 DSC00048 DSC00046

Begitulah data hasil pengamatan kami. Terimakasih sudah menyempatkan diri untuk membaca dan melihat-lihat website ini 🙂 Untuk informasi lebih lanjut, harap hubungi kami yang bersangkutan.

  1. Erlina Andriani R. inandrian@ymail.com atau di www.twitter.com/rlndrn
  2. Fahriza Amalia S. risa.wkwkwk@gmail.com atau di www.fb.me/fahrizamalia
  3. Dewi Astuti Purnama S. di www.fb.me/rafres
  4. Jamila Riristyo P.

Bagi warga Bangil dan sekitarnya, bisa mengunjungi sekolah kami pada jam 07:00 – 15:30 di Jl. Bader Kalirejo No.3 Bangil, Kab. Pasuruan, Jawa Timur. Telp./Fax (0343) 741873 / 747219 dan bisa langsung menemui kami di kelas X-A. Terimakasih 🙂

Kami :)

X-AKami adalah siswa-siswi kelas X-A SMANBA. Kami akan selalu berusaha untuk menjadi yang terbaik, mesikpun kami tahu, untuk menjadi yang terbaik tidaklah mudah. Banyak rintangan dan hambatan yang akan kita lalui bersama dalam menggapai cita. Do’a dari wali kelas kita tercinta, Mom Heri, turut menyertai langkah kita dalam menuntut ilmu. Berusaha, berdo’a dan bersatu, membuat hidup kita menjadi lebih bermakna dalam menjalani setiap langkah dalam alur kehidupan 🙂

Materi Kimia: Larutan

  • Pengertian Larutan

Sistem Homogen yang terdiri dari zat terlarut dan pelarut.

  • Pengertian Larutan Elektrolit dan Larutan Nonelektrolit
  1. Larutan Elektrolit

Zat yang mampu menghantarakan listrik karena zat tersebut memiliki ion-ion yang bergerak bebas dalam larutan tersebut.

  • Macam-Macam Larutan Elektrolit
    • Berdasarkan Jenis Larutan
    1. Larutan Asam: Zat yang melepaskan ion H+ jika dilarutkan dalam air. Contoh: HCl, HF, HSO4, CH3COOH, HCN.
    2. Larutan Basa: Zat yang melepaskan ion OH jika dilarutkan dalam air. Contoh: NaOH, LiOH, KOH, Ba(OH2), Ca(OH)2
    3. Larutan Garam: Zat yang terbentuk dari reaksi antara asam dan basa. Contoh: NaCl, NH4Cl, (NH4)2SO4, CaCl2
    • Berdasarkan Jenis Ikatan
    1. Senyawa Ionik: Senyawa yang atom-atomnya berikatan secara ionik. Contoh: NaCl(aq) ↔ Na+(aq) + Cl(aq)­
    2. Senyawa Kovalen: Senyawa yang atom-atomnya berikatan secara kovalen. Contoh: HCl(aq) ↔ H+(aq) + Cl(aq)

    Beberapa senyawa kovalen polar tidak terionisasi sempurna dalam pelarut air sehingga memiliki daya hantar listrik yang rendah. Contoh: NH3(aq) + H2O(aq) ↔ NH4+(aq) + OH(aq)

  • Kekuatan Larutan Elektrolit
  1. Derajat Ionisasi: Perbandingan antara jumlah ion yan dihasilkan dengan jumlah zat mula-mula. Memiliki rentang antara 0 sampai 1
  • Jika derajat ionisasi larutan mendekati 1 atau sama dengan 1, maka tergolong larutan elektrolit kuat.
  • Jika derajat ionisasi larutan mendekati 0, maka tergolong larutan elektrolit lemah.
  • Jika derajat ionisasi larutan sama dengan 0, maka tergolong larutan nonelektrolit.
  • Pembangian Larutan Elektrolit

Elektrolit Kuat

Ciri-ciri: menghasilkan banyak ion, terionisasi sempurna, gelembung gas banyak, lampu menyala, derajat ionisasi = 1 atau mendekati 1. Contoh: NaCl, HCl, H2SO4,H3PO4, HNO3, NaOH, Ca(OH)2, Ba(OH)2

 NaCl(aq) ↔ Na+(aq) + Cl(aq)­

 Elektrolit Lemah

Ciri-ciri: menghasilkan sedikit ion, terionisasi hanya sebagian kecil, gelembung gas sedikit, lampu redup/tidak menyala, derajat ionisasi mendekati 0. Contoh: CH3COOH, HCN, Al(OH)3, NH4OH

CH3COOH(aq) ↔ CH3COO(aq) + H+(aq)

Nonelektrolit

Ciri-ciri: tidak menghasilkan ion, semua dalam bentuk molekul netral, tidak terionisasi, tidak ada gelembung, tidak ada nyala lampu, derajat ionisasi = 0. Contoh: C6H12O6, C12H22O11, CO(NH2)2, C2H5OH

C6H12O6  panah nonelektrolit